Senin, 30 September 2013

DEFINISI BAHASA MENURUT PARA AHLI DAN PAKAR


Menurut Owen, Bahasa yaitu language can be defined as a socially shared combinations of those symbols and rule governed combinations of those symbols (bahasa dapat didefenisikan sebagai kode yang diterima secara sosial atau sistem konvensional untuk menyampaikan konsep melalui kegunaan simbol-simbol yang dikehendaki dan kombinasi simbol-simbol yang diatur oleh ketentuan).
Menurut Sunaryo (2000:6), Bahasa didalam struktur budaya ternyata memiliki kedudukan, fungsi dan peran ganda yaitu sebagai akar dan produk budaya yang sekaligus berfungsi sebagai sarana berfikir dan sarana pendukung pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Menurut Wibowo (2001:3), bahasa adalah sistem simbol bunyi yang bermakna dan berartikulasi (dihasilkan oleh alat ucap) yang bersifat arbitrer dan konvensional, yang dipakai sebagai alat berkomunikasi oleh sekelompok manusia untuk melahirkan perasaan dan pikiran.
Menurut Fodor (1974), Bahasa adalah system simbol dan tanda. Yang dimaksud dengan system simbol adalah hubungan simbol dengan makna yang bersifat konvensional. Sedangkan yang dimaksud dengan system tanda adalah bahwa hubungan tanda dan makna bukan konvensional tetapi ditentukan oleh sifat atau ciri tertentu yang dimiliki benda atau situasi yang dimaksud.
Menurut Mackey (1986:12), Bahasa adalah suatu bentuk dan bukan suatu keadaan (lenguage may be form and not matter) atau sesuatu sistem lambang bunyi yang arbitrer, atau juga suatu sistem dari sekian banyak sistem-sistem, suatu sistem dari suatu tatanan atau suatu tatanan dalam sistem-sistem.



Berikut adalah beberapa contoh kata yang bisa diambil dari kumpulan kamus bahasa Indonesia :

Abadi : kekal, tidak berkesudahan
Abnormal : ganjil, tidak normal, menyimpang dari yang lazim
Adaptabel : dapat menyesuaikan
Adaptabilitas : kemampuan beradaptasi
Adiktif : bersifat ketagihan
Aklimasi : penyesuaian tubuh dengan iklim yang baru
Aklimatisasi : penyesuaian dengan iklim, lingkungan baru
Alkoholisme : gaya hidup membudayakan alkohol
Alokasi : menjatahan, penentuan banyaknya barang yang disediakan
Argumen : alasan untuk memperkuat atau menolak suatu pendapat

Bergadang : berjaga tidak tidur sampai larut malam
Beol : buang air besar
Bilingual : mampu menggunakan dua bahasa dengan sama baik
Biografi : riwayat hidup
Brilian : hebat, mengagumkan, pandai sekali
Broker : makelar
Bursa : pasar saham, obligasi, dsb
Buron : yang melarikan diri, pelarian
Balada : cerita rakyat yang mengharukan
Belia : muda sekali, remaja

Cabul : keji dan kotor, tidak senonoh
Cakrabuana : roda dunia
Canggung : kikuk, kaku
Cendikiawan : orang intelek
Cerai : pisah
Cermat : seksama, teliti
Comblang : mucikari, birojodoh
Culas : tidak jujur, curang
Cuti : mengambil hari libur, vaknansi
Citra : rupa, gambaran

Dadak, mendadak : tiba tiba
Dakwa: tuduhan, tuntutan hakim
Dalil : keterangan suatu kebenaran
Dedikasi : pengabdian
Defisit : kekurangan (anggaran belanja)
Degradasi : penurunan derajat
Deflasi : perbaikan nilai mata uang
Demokrat : penganut paham demokrasi
Demokrasi : pemerintahan rakyat
Diagnosis : penentuan penyakit berdasarkan gejalanya

Efisiensi : kedayagunaan
Ekspansi : perluasan wilayah
Ekstrak : kekentalan, sari, pati
Ekuivalensi : sebanding, sepadan
Elite : orang orang terpandang, pilihan
Emblem : lambang, simbol
Emosional : menyentuh perasaan
Esensial : penting, hakiki
Etimasi : penilaian, pendapat
Etimologi : ilmu tentangasal usul kata
Etos : pandangan hidup yang khas dari suatu golongan
Evakuasi : pengungsian penduduk dari suatu tempat yang berbahaya
Evaluasi : penilaian
Evolusi : perubahan, berangsur angsur
Evokatif : mampu menggugah rasa

Faktual : drdasarkan kenyataan
Fana : tidak kekal
Fanatik : teramat kuat kepercayaan
Federasi : perhimpunan
Fibrasi : getaran
Figuratif : bersifat lambang, kiasan
Fiksi : cerita rekaan
Fiktif : bersifat rekaan
Finansial : keuangan
Frontal : secara terbuka

Gadungan : palsu, bukan sebenarnya
Gamblang : jelas dan mudah dimengerti
Gancang : cepat, tangkas dancekatan
Ganjar : hadiah, upah
Gebu, menggebu : berkobar, menyala
Genting : tegang, berbahaya
Gramatikal : menurut tata bahasa
Gratifikasi : bonus
Gundah : gelisah, bimbang
Gunjing : fitnah, umpat

Hakikat : dasar, yang sebenar benarnya
Harfiah : berdasarkan arti leksikal
Hedonisme : pandangan hidup yang mengejar kesenangan
Hengkang : mundur
Heroik : kepahlawanan
Hibah : mengalihkan hak kepada orang lain
Histeris : luapan emosi
Homogen : sejenis
Humanisasi : penumbuh rasa kemanusiaan
Humoris : orang yang mempunyai rasa humor

Iba : belas kasihan
Idiom : gabungan kata kata menjadi suatu istilah khusu
Ilustratif : bersifat menerangkan
Impotensi : perihal lemah pada syahwat
Individual : bersifat perorangan
Indikasi : petunjuk, tanda tanda
Informal : tidak resmi
Insomnia : keadaan tidak dapat tidur
Insiden : bentrokan, kejadian
Intuisi : bisikan hati

Jamak : wajar, lazim, lumrah
Jelita : cantik, elok
Jemu : bosan (karena sering)
Joli : sepasang
Jongos : pelayan
Juling : miring
Juragan : tuan, nyonya pemilik perusahaan
Juru : orang yang pandai dalam suatu bidang
Jember : kotor, lembab
Jelma : lahir kembali, tergambar

Kalem : santai, rileks
Kambing hitam : orang yang dipersalahkan
Kambuh : kumat
Kancah : ajang, medan, suatu yang sulit
Kapasitas : daya tampung
Karakter : watak, tabiat
Karib : dekat, rapat dan erat
Karsa : kehendak, niat
Karma : hukum sebab akibat
Kekal : abadi, lestari, selamanya

Labil : goyah, tidak mantap
Langka : jarang, sulit ditemukan
Laknat : orang yang terkutuk
Lantang : keras, nyaring didengar
Lara : sedih, sakit
Lazim : sudah biasa, umum
Lekang : retak, belah
Liberal : bersifat bebas, pandangan bebas
Liang : lubang kecil
Lumat : hancur benarnyaHarfiah

Madat : candu
Mahir : sangat terlatih, terampil
Majas : kiasan
Maniak : orang yang tergila gila sesuatu
Mara : bencana, bahaya
Marem : senang, puas hati
Maut : kematian, mati
Medium : menengah, tengah, sedang
Maya : khayalan, tidak nyata
Mesum : kotor, cabul

Naas : sial, celaka
Nafsu : keinginan hati yang sangat kuat
Nalar : akal budi
Narasi : penceritaan suatu kisah
Natural : alamiah, asli
Negasi : penyangkalan, peniadaan
Nihil : kosong, tidak hadir
Netral : tidak berpihak, ditengah
Nominasi : pencalonan
Nonstop : terus menerus

Onani : masturbasi
Onar : huru hara
Opini : pendapat, pemikiran, pendirian
Orasi : pidato, khorbah
Orgasme : puncak kenikmatan seksual
Orisinil : asli, tulen
Otomatis : bekerja sendiri
Otonom : berdiri sendiri
Otorisasi : pemberian kekuasaan
Omzet : hasil penjualan selama masa jual

Pacar : kekasih
Padan : sebanding, imbang
Padam, mati
Pakar : ahli, cendikiawan
Pandu : penunjuk jalan
Padat : penuh, padu, mampat
Panca : lima
Pandir : bodoh
Paradigma : kerangka berfikir
Pelik : jarang ada, aneh, tidak biasa

Qari/ah : pembaca Quran (laki laki/perempuan)
Qraat : pembacaan
Quran : kitab suci agama Islam

Rabun : kabur, tidak jelas
Radikal : secara menyeluruh, keras dalam perubahan
Raib : hilang, lenyap
Rampas : ambil dangan paksa
Ralat : pembetulan dalam kesalahan tulis
Rampung : selesai, usai
Rawat : pelihara, urus, jaga
Real : nyata
Reda : hampir berhenti, tengang kembali
Remis : seri, sama sama kuat

Saat : waktu, ketika
Sableng : agak gila, kurang waras
Sadis : ganas, kejam, buas
Sahaja : sewajarnya, seadanya
Sahaya : hamba, abdi
Salin : ganti, tukar
Sambil : seraya, sembari
Sangka : duga, kira
Sangkal : bantah, sanggah
Sembrono : kurang hati hati, kurang sopan

Tabah : tetap dan kuat hati
Taat : patuh, senantiasa menurut
Tabu : larangan, pantangan
Takabur : angkuh, ceroboh
Tamat : berakhir, selesai
Tandas : pasti dan tegas, jelas
Tarif : daftar harga, ongkos
Tamak : loba, serakah
Teladan : patut ditiru, bauk untuk dicontoh
Teliti : cermat, seksama

Ujar : perkataan, kalimat yang dilisankan
Ulah : tingkah laku, tindakan
Ultima : bagian akhir, final
Ulung : berpengalaman, mahir, pandai
Unik : lain dari yang lain, khusus
Upeti : uang wajib yang diserahkan pada penguasa
Utama : terbaik, nomor satu
Utopis : bersifat khayal
Utilitas : faedah, kegunaan, manfaat
Usang : sudah lama, kuno

Vagina : liang senggama pada orang perempuan
Valid : sah, berlaku, sahih
Valuta : nilai uang
Varian : bentuk lain sebagai alternatif
Vermak : mengubah bentuk
Versus : lawan, berhadap
Via : lewat, jalan, melalui
Vlek : bercak
Vonis : putusan
Vital : sangat penting

Wacana : ucapan
Wafat : meninggal dunia, berpulang
Wangsit : amanat
Warta : kiabar, berita
Wawanmuka : temu muka
Wejang : nasihat, petuah, petunjuk
Wawasan : tinjauan, pandangan
Wisma : rumah
Wisata : bertamasya, piknik
Wujud : ada rupanya, bentuk, benda nyata

X : penggantu sesuatu yang belum diketahui
Xenokrasi : pemerintahan yang dipegang orang asing
Xerofit : tumbuhan yang dapat hidup digurun pasir
Xilograf : orang yang ahli dalam ukuran kayu dan seni grafika
Xilografi : seni grafika dalam pembuatan ukiran kayu
Xilologi : ilmu tentang struktur kayu
Xenomani : kesukaan berlebih terhadap suatu barang asing

Yakin : percaya, sungguh sungguh
Yatim : tidak berayah atau beribu lagi
Yogya : patut, layak, baik
Yuridikatif: berkenaan fungsi dan pelaksanaan keadilan
Yuridis : menurut hukum, secara hukum
Yustisi : kehakiman, peradilan
Yuridiksi : kekuasaan pengadilan, kekuasaan hukum
Yel : sorakan, teriakan pemberi semangat
Yaumidin : hari kiamat
Yuda : perang

Zakar : kemaluan laki laki
Zaman : masa, kala, waktu
Zat : wujud, bahan pembentuk suatu benda
Zina : berhubungan seks diluar nikah
Zuhud : betapa
Zuriah : keturunan, ana, cucu, benih, bibit
Zero : angka nol, kosong, yang terendah
Ziarah : kunjungan ketempat yang dianggap keramat
Zone : jalur iklim (terdiri dari 5); kawasan
Zoologi : ilmu tentang kehidupan binatang