Pengamanan layanan telematika dilihat
dari aspek jaringan komputernya baik yang menggunakan kabel maupun
tanpa kabel (wireless)
Layanan Informasi adalah penyampaian berbagai informasi kepada
sasaran layanan agar individu dapat memanfaatkan informasi tersebut
demi kepentingan hidup dan perkembangannya. Tujuan layanan informasi
secara umum agar terkuasainya informasi tertentu sedangkan secara khusus
terkait dengan fungsi pemahaman (paham terhadap informasi yang
diberikan) dan memanfaatkan informasi dalam penyelesaian masalah.
Layanan informasi menjadikan individu mandiri yaitu memahami dan
menerima diri dan lingkungan secara positif, objektif dan dinamis, mampu
mengambil keputusan, mampu mengarahkan diri sesuai dengan kebutuhannya
tersebut dan akhirnya dapat mengaktualisasikan dirinya.
Keamanan adalah suatu yang sangat penting untuk menjaga agar
suatu data dalam jariangan tidak mudah hilang. Sistem keamanan membantu
mengamankan jaringan tanpa menghalangi penggunaannya dan menempatkan
antisipasi ketika jaringan berhasil ditembus. Keamanan jaringan di sini
adalah memberikan peningkatan tertentu untuk jaringan. Peningkatan
keamanan jaringan ini dapat dilakukan terhadap :
1. Rahasia (privacy)
Dengan banyak pemakai yang tidak dikenal pada jaringan menebabkan
penyembunyian data yang sensitive menjadi sulit. Keterpaduan data (data
integrity). Karena banyak node dan pemakai berpotensi untuk mengakses
system komputasi, resiko korupsi data adalah lebih tinggi.
2. Keaslian (authenticity)
Hal ini sulit untuk memastikan identitas pemakai pada system remote,
akibatnya satu host mungkin tidak mempercayai keaslian seorang pemakai
yang dijalankan oleh host lain
3. Convert Channel
Jaringan menawarkan banyak kemungkinan untuk konstruksi convert channel
untuk aliran data, karena begitu banyak data yang sedang ditransmit guna
menyembunyikan pesan. Keamanan dapat didefinisikan sebagai berikut :
• Integrity
Mensyaratkan bahwa informasi hanya dapat diubah oleh pihak yang memiliki
wewenang. pada aspek ini system menjamin data tidak dirubah tanpa ada
ijin pihak yang berwenang, menjaga keakuratan dan keutuhan informasi
serta metode prosesnya untuk menjamin aspek integrity ini.
• Confidentiality
Mensyaratkan bahwa informasi (data) hanya bisa diakses oleh pihak yang
memiliki wewenang. pada aspek ini system menjamin kerahasiaan data atau
informasi, memastikan bahwa informasi hanya dapat diakses oleh orang
yang berwenang dan menjamin kerahasiaan data yang dikirim, diterima dan
disimpan.
• Authentication
Mensyaratkan bahwa pengirim suatu informasi dapat diidentifikasi dengan
benar dan ada jaminan bahwa identitas yang didapat tidak palsu.
• Availability
Mensyaratkan bahwa informasi tersedia untuk pihak yang memiliki wewenang
ketika dibutuhkan. pada aspek ini system menjamin data akan tersedia
saat dibutuhkan, memastikan user yang berhak dapat menggunakan informasi
dan perangkat terkait.
• Nonrepudiation
Mensyaratkan bahwa baik pengirim maupun penerima informasi tidak dapat
menyangkal pengiriman dan penerimaan pesan. Keamanan informasi diperoleh
dengan mengimplementasi seperangkat alat kontrol yang layak dipakai,
yang dapat berupa kebijakan-kebijakan, struktur-struktur organisasi dan
piranti lunak.
Motif-motif gangguan yang terjadi pada layanan telematika
a) Noise adalah suatu sinyal gangguan yang
bersifat akustik (suara), elektris, maupun elektronis yang hadir dalam
suatu sistem (rangkaian listrik/ elektronika) dalam bentuk gangguan yang
bukan merupakan sinyal yang diinginkan.
b) Flooding adalah teknologi informasi yang
mengacu kepada salah satu jenis serangan Denial-of-service yang
menggunakan paket-paket SYN. Denial of Service (DoS) merupakan serangan
dimana suatu pihak mengekploitasi aspek dari suite Internet Protocol
untuk menghalangi akses pihak yang berhak atas informasi atau sistem
yang diserang.
c) Virus adalah sebuah program komputer yang
dapat menggandakan dirinya secara sendiri dalam sistem komputer. Sebuah
worm dapat menggandakan dirinya dengan memanfaatkan jaringan
(LAN/WAN/Internet) tanpa perlu campur tangan dari user itu sendiri.
d) Sniffer adalah sebuah device penyadapan komunikasi jaringan komputer dengan memanfaatkan mode premicious pada ethernet.
Contoh metode pengamanan terhadap layanan telematika
Autentikasi yaitu proses pengenalan peralatan,
system operasi, kegiatan, aplikasi dan identitas user yang terhubung
dengan jaringan computer. Autentikasi dimulai pada saat user login ke
jaringan dengan cara memasukkan password.
Contoh:
Pada penggunaan e-mail, dimana seorang user dalam pengaksesan e-mailnya harus memasukan username dan password terlebih dahulu.
Tahapan Autentikasi:
A) Autentikasi untuk mengetahui lokasi dari peralatan pada suatu simpul jaringan (data link layer dan network layer)
B) Autentikasi untuk mengenal sistem operasi yang terhubung ke jaringan (transport layer)
C) Autentikasi untuk mengetahui fungsi/proses yang sedang terjadi di suatu simpul jaringan (session dan presentation layer)
Autentikasi untuk mengenali user dan aplikasi yang digunakan (application layer)
Layanan keamanan merupakan layanan yang menyediakanan keamananinformasi
dan data. layanan terdiri dari enkripsi, penggunaan protocol, penentuan
akses control dan auditin. Layanan keamanan memberikan fasilitas yang
berfungsi untuk memantau dan memberikan informasi bila ada sesuatu yang
berjalan atau beroperasi tidak seharusnya. dengan kata lain layanan ini
sangat penting untuk menjaga agar suatu data dalam jaringan tidak mudah
terhapus atau hilang. Kelebihan dari layanan ini adalah dapat mengurangi
tingkat pencurian dan kejahatan. Contoh layanan keamanan yaitu:
a. navigation assistant
b. weather,stock information
c. entertainment and M-commerce.
d. penggunaan Firewall dan Antivirus


Tidak ada komentar:
Posting Komentar