Senin, 27 Januari 2014

RESENSI FILM TENGGELAMNYA KAPAL VAN DER WIJK


 

TENGGELAMNYA KALPAL VAN DER WIJK



 

 

  • Sutradara :  Sunil Soraya
  • Produser :  Sunil Soraya
  • Pemain :  Pevita Pearce sebagai "Rangkayo" Hayati, Herjunot Ali sebagai Zainuddin, Reza Rahardian sebagai Aziz, Randy Danistha sebagai Muluk
  • Genre :  Drama, Sejarah
  • Tanggal Rilis Perdana :  19 Desember 2013
  • Studio :  Soraya Intercine Films

 

Film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck berkisah tentang kasih tak sampai antara sosok pemuda tampan berdarah Minang-Bugis bernama Zainuddin diperankan Herjunot, dengan dara cantik Hayati (Pevita Pearce), perempuan yang murni keturunan Minang.

 

Aziz (Reza Rahardian) seorang saudagar kaya yang tersohor diMinang jatuh cinta kepada Hayati yang juga keturunan Minang. Ia dan keluarganya pun melamar Hayati. Meskipun pertunangan tersebut disetujui oleh kedua belah pihak, namun sebenarnya cinta Hayati hanya untuk Zainuddin (Herjunot Ali), pemuda berdarah campuran Minang dan Bugis.

 

Karena berdarah campuran, Zainuddin dianggap tak bertalian darah dengan kerabatnya di Minang. Karena merasa terasingkan, Zainuddin sering curhat pada Hayati lewat surat hingga akhirnya mereka saling jatuh cinta. Seiring berjalannya waktu, Zainuddin pun memutuskan pindah ke Padang Panjang sesuai permintaan ibunda Hayati yang bertujuan agar mereka dapat berpisah dan tidak mengganggu hubuangan antara Azis dengan Hayati.

 

Namun sebelum berpisah, Hayati dan Zainuddin berjanji untuk saling setia. Namun, Hayati terpaksa menikah dengan Aziz karena desakan dari keluarga dan semua kerabatnya. Mendengar pernikahan itu, Zainuddin sempat jatuh sakit akibat kehancuran hatinya. Selepas kegalauannya lalu ia pergi ke Surabaya. Di sana, ia menjadi penulis terkenal dan hidup berkecukupan.

 

Ternyata Aziz dan Hayati juga pindah ke Surabaya karena tuntutan pekerjaan. Lambat laun, rumah tangga mereka di ambang kehancuran dan kemiskinan karena kebangkrutan Aziz. Hayati bersama Aziz yang mulai hancur karena dihantam berbagai masalah lalu menumpang hidup di rumah Zainuddin. Di balik kebaikan Zainuddin itu, sebenarnya dia masih sakit hati kepada Hayati yang dulu dianggapnya pernah ingkar janji.

 

Sakit hati Zainuddin meluap ketika Hayati mengutarakan isi hatinya yang sesungguhnya masih mencintainya, lalu dengan egoisnya Zainudin menyuruh Hayati untuk kembali kekampungnya. Masalah terjadi ketika diperjalanan pulang keMinang kapal Van Der Wijk yang ditumapang Hayati mengalami kecelakaan.

 

*Untuk kelebihan dan kekurangannya kita bisa menilai masing-masing karena sesungguhnya penilaian suatu film dapat berbeda tergantung pada penontonnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar